PPP Lirik Massa NU ‘Abangan’ Jadi Potensi Besar Mendulang Suara

0
ppp-solo
BEDAH BUKU- Dr Agus Riewanto (kanan) sebagai pembicara dalam acara bedah buku 'Partai Islam Dipertaruhkan' dalam rangkaian Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII DPW PPP Jateng yang digelar di Hotel Lorin Inn, Sabtu (10/4/2021). (suaramerdekasolo.com/Sri Hartanto)

SOLO, suaramerdekasolo.com– Pakar hukum Universitas Sebelas Maret (UNS), Dr Agus Riewanto, mengatakan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memiliki peluang untuk melirik massa Nahdlatul Ulama (NU) ‘abangan’ sebagai basis pemilih.

Hal itu dijelaskan Agus disela launching buku ‘Partai Islam Dipertaruhkan’ dalam rangkaian Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII DPW PPP Jateng di Hotel Lorin Inn, Sabtu (10/4/2021).

“Mestinya NU abangan itu jadi prospek besar PPP yang selama ini lebih banyak digarap partai nasionalis seperti PDIP, Golkar, Nasdem, maupun Hanura. Ini kalau dilihat dari landscape politik ya,” kata Agus kepada awak media.

Dosen Fakultas Hukum (FH) UNS S-1 hingga S-3 tersebut menilai, partai berbasis Islam masih menganggap rival mereka berasal dari partai Islam itu sendiri. Akibatnya, mereka memperebutkan massa yang sama, namun di ruang yang kecil.

“Massa PPP itu tidak berbeda dengan PKB yang banyak ke NU yang lebih ke santri dan pesantren. Nah ada NU dari kelompok abangan ini yang seharusnya bisa jadi prospek untuk digarap,” tegas dia.

Dalam pemilu serentak 2019 silam, suara PPP anjlok yang awalnya mengantongi 8,1 juta suara atau 6,53 persen dari suara sah nasional pada 2014, menjadi 6,3 juta atau 4,52 persen suara.

Agus menyebut ada berbagai faktor yang membuat suara partai belambang ka’bah itu anjlok di pemilu edisi terakhir. Dirinya tak menampik salah satu faktornya adalah operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada Romahurmuziy alias Rommy yang juga Ketua Umum PP saat itu.

“Rommy yang digadang-gadang pemimpin masa depan, anak muda malah ditangkap KPK. Itu (penangkapan-red) pengaruhnya besar. Belum lagi sebelumnya kasus Suryadharma Ali yang dianggap mampu memanajemen partai dengan baik malah ditangkap,” ujar dia.

“PPP mesti belajar dari kekalahan itu. Manajemen partai haris bergerak dan banyak berharap ke anak muda yang bisa mendekati kelompok milenial,” pungkasnya.

Sebagai informasi, agenda utama Muswil itu adalah pelihan ketua DPW PPP Jateng 2021-2026. Dua nama kader terbaik PPP yang akan bersaing memperebutkan posisi ketua DPW, yakni Masruhan Syamsurie dan Suyono. (Sri Hartanto)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan