Mantan Pegawai BKK Eromoko Divonis 4 Tahun Penjara

0
korupsi-bkk-wonogiri
PEMBACAAN PUTUSAN : Suasana pembacaan putusan kasus penyalahgunaan dana kas PD BKK Eromoko Wonogiri di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang, Selasa (20/4/2021). (suaramerdekasolo.com/Dok)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Widyarsi (49), mantan pegawai PD BKK Eromoko (sekarang menjadi BKK Jateng Cabang Wonogiri) divonis hukuman empat tahun penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang, Selasa (20/4/2021). Selain itu, dia juga dikenai denda Rp 200 juta subsider dua bulan kurungan.

Majelis hakim menyatakan Widyarsi bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Dia menyalahgunakan dana kas PD BKK Eromoko tahun 2010/2011 lalu senilai Rp 464 juta.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Wonogiri Tailani mengatakan, terdakwa dikenai Pasal 2 jo Pasal 18 UU no 31/1999 jo UU no 20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Selain dijatuhi hukuman penjara dan denda, terdakwa juga harus membayar uang pengganti sebesar Rp 464 juta subsider dua tahun penjara.

“Atas putusan itu, terdakwa dan pengacaranya menyatakan menerima. Jaksa penuntut umum (JPU) juga menerima. Maka putusan itu dinyatakan inkracht,” katanya.

Kasi Pidana Khusus Kejari Wonogiri Ismu Armanda Suryono menambahkan, pihaknya menerima putusan itu karena sudah memenuhi dua pertiga tuntutan JPU. Sebelumnya JPU menuntut hukuman lima tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan.

“Terdakwa juga dibebani uang pengganti subsider dua tahun dan uang denda subsider dua bulan. Kalau tidak bisa membayar uang pengganti dan dendanya, total hukumannya bisa bertambah menjadi enam tahun dua bulan,” terangnya.

Seperti diketahui, Widyarsi ditahan oleh Kajari Wonogiri, 16 November 2020 lalu. Perempuan itu menjadi tersangka karena diduga menggelapkan kas BKK Eromoko senilai Rp 464 juta. Widyarsi menjalankan aksinya saat masih menjabat sebagai Kasubbid Kas di BKK Eromoko. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan