Buka Pertama di Bulan Puasa, Obyek Wisata Waduk Gajahmungkur Minim Pengunjung

0
wisat-wonogiri
MENIKMATI PEMANDANGAN : Sejumlah wisatawan menikmati pemandangan alam dari dermaga Obyek Wisata Sendang Asri Waduk Gajahmungkur (OWSA-WGM) Kabupaten Wonogiri, Minggu (18/4/2021). (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Obyek-obyek wisata di Kabupaten Wonogiri diizinkan dibuka mulai Sabtu (17/4). Meski demikian, obyek-obyek wisata tersebut sepi pengunjung karena masih dalam suasana pandemi virus corona (Covid-19) dan bulan Ramadhan.

Kepala UPT Obyek Wisata Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Disparpora) Kabupaten Wonogiri, Pardiyanto mengungkapkan, saat hari pertama buka, Obyek Wisata Sendang Asri Waduk Gajahmungkur (OWSA-WGM) Wonogiri, hanya dikunjungi sekitar 130 wisatawan.

“Jumlah kunjungannya tidak seperti ketika situasi normal (sebelum Covid-19). Dulu sewaktu masih kondisi normal, jumlah pengunjung hari Minggu bisa 500 orang meskipun bulan puasa,” katanya, Minggu (18/4/2021).

Menurutnya, ada beberapa faktor yang membuat sepi. Selain karena di bulan Ramadhan dan suasana pandemi Covid-19, informasi mengenai dibukanya obyek-obyek wisata belum sepenuhnya sampai ke masyarakat.

Kondisi serupa juga dialami obyek wisata lain yang dikelola Pemkab Wonogiri. Antara lain Pantai Sembukan Paranggupito, Air terjun Kahyangan Tirtomoyo, air terjun Setren Slogohimo, dan kawasan wisata Museum Karst Indonesia. “Laporan yang saya terima dari wisata Museum Karst ada satu-dua orang pengunjung,” ujarnya.

Banyak pengunjung yang justru datang dari luar daerah Wonogiri. Seperti dari Malang, Jawa Timur dan beberapa daerah lainnya.

Sementara itu, wahana-wahana permainan di OWSA-WGM belum dioperasikan. Hanya beberapa perahu wisata yang sudah beroperasi.

Sebagian besar pedagang baru persiapan atau bersih-bersih sekitar lokasi jualan mereka. Meski demikian, sudah ada beberapa pedagang yang mulai berjualan.

Kapasitas puncak OWSA-WGM yang menempati lahan seluas 7,5 hektare itu bisa mencapai 30.000 pengunjung per hari. Dengan diterapkannya protokol kesehatan, obyek wisata tersebut hanya boleh menerima pengunjung maksimal 50% dari kapasitasnya, atau 15.000 orang dalam sehari.

“Harga tiket masuk Rp 10.000 per hari, baik hari biasa maupun Minggu karena masih musim pandemi dan belum ada hiburan,” terangnya. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan