Kerumunan Warga Picu Kasus Covid-19

0
Lockdown-ampel-boyolali
LOCKDOWN: Jalan masuk Dukuh Gondang, Desa Candi, Kecamatan Ampel ditutup portal dan dijaga petugas. (suaramerdekasolo.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Pemprov Jateng menyayangkan masih terjadinya pembiaran terhadap kerumunan di masyarakat. Kondisi ini menjadi pemicu munculnya kasus Covid-19.

Hal itu dikemukakan Kepala Dispermades- Dukcapil Provinsi Jateng, Sugeng Riyanto dalam kunjungan ke Balai Desa Candi, Kecamatan Ampel, Kamis (22/4/2021). Di desa tersebut muncul klaster piknik dengan jumlah warga yang terpapar Covid-19 sebanyak 39 orang.

“Terbukti dari kerumunan saat piknik itu, memicu terpaparnya Covid-19 terhadap 39 warga Dukuh Gondang Desa Candi ini,” katanya.

Pihaknya juga mendukung langkah Pemerintah Desa Candi dan Kecamatan Ampel melakukan lockdown terhadap dukuh tersebut. Dimama jalan masuk dukuh dipasang portal dan dijaga petugas Linmas.

“Kemudian untuk kebutuhan sehari- hari, ada logistik dari satgas Jogo Tonggo yang didukung pula oleh Babinmas dan Babinkamtbmas setempat.”

Pihaknya juga mengajak masyarakat tidak melakukan pembiaran terhadap kerumunan. Pasalnya, kasus di Dukuh Gondang, Desa Candi, Kecamatan Ampel turut menyumbang munculnya zona merah sebanyak 2 buah di tingkat Rt dan zona orange 8 buah.

“Dimana untuk tingkat Jateng, total zona merah ada 13 dan zona orange sebanyak 202. Ingat protokol kesehatan secara tak boleh diabaikan.”

Sementara itu, Kades Candi, Kecamatan Ampel Warsito menambahkan, 39 pasien Covid-19 dari klaster piknik, 3 diantaranya masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sedangkan 36 orang lainnya menjalani isolasi di rumah masing- masing.

Diungkapkan, selain klaster piknik, di desanya juga muncul klaster baru dari warung soto. Terdapat empat pasien Covid-19 dari klaster di Dukuh Semampir, Desa Candi. “Ada klaster warung soto Dukuh Semampir, Desa Candi dengan jumlah pasien 4 orang.”

Munculnya klaster itu berawal dari pemilik warung soto yang sakit beberapa hari. Ternyata setelah diperiksa dan dilakukan swab, dia positif Covid-19. Selanjutnya, petugas melakuan tracking dan swab terhadap 11 anggota keluarganya.

“Dari 11 orang itu, 3 diantaranya positif.” (Joko Murdowo)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan