Dua Pedagang Meninggal, Pasar Slogohimo Wonogiri Ditutup

0
corona-pasar-slogohimo
MENYEMPROTKAN DESINFEKTAN : Petugas menyemprotkan desinfektan di Pasar Slogohimo, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Sabtu (24/4/2021). (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Pasar Slogohimo di Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri akan ditutup selama tiga hari, Minggu-Selasa (25-27/4/2021). Penutupan itu dilakukan karena ada dua pedagang yang meninggal dunia setelah terkonfirmasi positif penyakit virus corona (Covid-19).

Camat Slogohimo Khamid Wijaya mengungkapkan, peristiwa itu diawali dari salah seorang perempuan pedagang yang terkonfirmasi Covid-19. “Awalnya ada seorang pedagang daging yang positif. Lalu Satgas Penanganan Covid-19 melakukan tracking kepada keluarganya,” katanya, Sabtu (24/4/2021).

Dari hasil penelusuran itu diketahui dua anaknya juga terinfeksi Covid-19. Mereka kemudian dirawat di rumah sakit Ponorogo dan RSUD Wonogiri. Para pasien tersebut adalah warga Desa Slogohimo, Kecamatan Slogohimo. “Mereka sebelumnya hanya mengeluhkan kesehatan lalu berobat ke dokter,” katanya.

Namun, nyawa ibu dan salah satu anaknya tidak tertolong. “Ibu dan seorang anak laki-lakinya meninggal dunia. Kalau anak perempuannya masih dirawat,” terangnya.

Dengan adanya kejadian itu, Puskesmas Slogohimo melakukan tes PCR untuk 43 orang pedagang. Hasilnya, sebanyak tiga warga pasar  terkonfirmasi positif Covid-19.

Tes PCR tahap ke dua kembali dilakukan kepada 53 orang pedagang. Hasilnya, sebanyak empat warga pasar terkonfirmasi positif Covid-19. Dengan demikian, totalnya ada sepuluh warga Pasar Slogohimo yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Alhasil, Bupati Wonogiri menerbitkan surat untuk menutup sementara Pasar Slogohimo. Sebelum dilakukan penutupan, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada para pedagang. Penyemprotan desinfektan juga telah dilakukan di area pasar.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (KUKM & Perindag) Kabupaten Wonogiri Wahyu Widayati melalui Kabid Pasar Agus Suprihanto mengatakan, ibu dan anak yang menjadi korban tersebut adalah pedagang pasar. “Ibu dan anaknya merupakan pedagang di Pasar Slogohimo,” kata Agus.

Jumlah total pedagang Pasar Slogohimo berkisar 800 orang. Menurutnya, seluruh pedagang telah mematuhi keputusan Pemkab untuk menutup sementara pasar tersebut. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmunz

Tinggalkan Pesan