Perbaikan Museum Karst Selesai 90 Persen

0
Museum-Kars-Wonogiri
MUSEUM KARST : Sejumlah pengunjung melihat koleksi Museum Karst Indonesia di Desa Gebangharjo, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, baru-baru ini. (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Perbaikan Museum Karst Indonesia di Desa Gebangharjo, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri sudah mencapai 90 persen. Perbaikannya tinggal menyisakan eternit di lantai dua museum tersebut.

Koordinator Museum Karst Indonesia Dwi Eko Rukmini mengatakan, pembangunan bagian depan museum sudah selesai. “Tinggal memperbaiki eternit di lantai dua,” katanya, baru-baru ini.

Ada beberapa perubahan di bagian dalam museum. Replika gua yang berada di lantai satu akan dihilangkan, diganti dengan gambar Pantai Sembukan Paranggupito yang dipajang di dekat pintu masuk museum. Perbaikan museum ditargetkan selesai tahun ini.

Selain itu, semua proyektor dan monitor LCD di lantai satu akan diganti karena terendam banjir 20 November 2017 lalu. Sebanyak 18 unit monitor baru akan dipasang di museum itu. “Proyektor dan LCD di lantai dua tidak diganti karena masih bagus, tidak kena banjir. Kalau koleksi bebatuannya tidak berubah,” terangnya.

Jika perbaikan museum itu selesai, pengelolaan Museum Karst Indonesia akan diserahkan dari Badan Geologi kepada Pemkab Wonogiri. Pasalnya, sesuai kesepakatan bersama, pengelolaannya sudah harus diserahkan kepada Pemkab Wonogiri tahun ini.

Perlu diketahui, Museum Karst Indonesia pernah dilanda banjir 20 November 2017 lalu. Banjir mengakibatkan lantai dasar terendam sedalam 2,7 meter. Akibatnya, seluruh koleksi di lantai dasar mengalami kerusakan.

Selain itu, terjadi penurunan tanah sedalam 20 sentimeter di dekat replika gua lantai satu. Kondisi tersebut membuat pintu masuk menjadi rawan. Sehingga sejak saat itu pintu masuk bagian depan ditutup. Para pengunjung masuk melalui pintu belakang museum.

Pemerintah kemudian menganggarkan Rp 4,7 miliar untuk memperbaiki museum, tahun 2020 lalu. Tangga di depan pintu masuk dikepras sehingga sejajar dengan halaman muka museum. Pembangunan dilanjutkan dengan memperbaiki bagian dalam museum yang amblas karena banjir. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan