Rajin Salat di Masjid, 18 Warga Terima Sepeda Motor

0
jamaah-masjid-al-hidayah -solo
DAPAT MOTOR- Tri Priatmo Cipto Hadi (63), warga Karangasem, Laweyan yang merupakan jamaah Masjid Al-Hijrah mendapat hadiah sepeda motor Honda Beat. (suaramerdekasolo.com/Sri Hartanto)

SOLO, suaramerdekasolo.com– Rajin menjalankan ibadah di Masjid Al Hijrah di Karanganyar, rupanya ada hikmah tersendiri bagi warga sekitar.

Selain mendapat pahala, bagi jamaah yang rajin salat subuh, rupanya ada yang mendapat sepeda motor berdasar penilaian dari takmir masjid.

Salah satu yang menerima sepeda motor yakni Tri Priatmo Cipto Hadi. Dia termasuk 28 warga yang menerima sepeda motor dari pemilik Masjid Al Hijrah, H Puspo Wardoyo.

Tri Priatmo yang tidak menyangka sangat terkejut ketika mendapatkan hadiah sepeda motor. Pria berusia 63 tahun tersebut memperoleh motor jenis Honda Beat lantaran keaktifannya beribadah di Masjid Al Hijrah yang berada di Kampung Karangasem RT 03 RW 02, Laweyan, Solo.

“Senang, kaget juga. Motor dari mana. Kok tiba-tiba saya mendapatkannya,” terang Tri saat berbincang dengan wartawan, Minggu (9/5) siang.

Dia tidak berhenti mengucapkan syukur Alhamdullillah, lantaran keinginannya tercapai. Sebelum mendapatkan motor tersebut, pensiunan PNS itu awalnya berniat membeli motor. Namun, berhubung uang yang dimiliki belum cukup maka dia menabung lebih dahulu.

“Sempat menabung, untuk membeli kendaraan supaya digunakan untuk anak kuliah. Tapi, uangnya belum cukup. Namun, Alhmdullillah malah dapat motor” katanya.

Adapun takmir Masjid Al-Hijrah, Purwanto mengatakan, pihaknya rutin tiap tiga bulan sekali memberikan sepeda motor kepada para jemaah yang aktif menunaikan ibadah salat lima waktu di Masjid Al-Hijrah. Selain itu, penerima hadiah juga diwajibkan warga di sekitar masjid.

“Program ini sudah dimulai sejak tahun 2017. Saat ini tercatat, sudah ada 18-an unit sepeda motor yang diberikan kepada warga sekitar masjid,” jelas Purwanto.

Tidak menutup kemungkinan, kedepan hadian sepeda motor akan diberikan kepada warga diluar RT03 RW02 Kelurahan Karangasem yang aktif beribadah di masjid.

“Tujuan ini untuk memotivasi para jamaah masjid supaya lebih rajin beribadah. Dengan begitu, “rumah Allah” akan senantiasa makmur dikunjungi para jamaah,” paparnya.

Pemilik Masjid Al Hijrah, Puspo Wardoyo mengemukakan, tujuan mendirikan masjid di tempat tinggal orang tuanya dulu, untuk merubah kebiasaan masyarakat di kawasan tersebut. Sebelumnya, kawasan yang dekat dengan Pasar Kleco tersebut dikenal sebagai kampung dengan warganya yang gemar berjudi, mabuk-mabukan, mencuri dan kejahatan lainnya.

Hingga akhirnya, owner Wong Solo Grup itu bergerak untuk mendirikan masjid di tempat tinggal masa kecilnya itu.

“Dulu, itu rumah keluarga saya. Setelah dibagi, saya berinisiatif mengutarakan niat kepada para saudara untuk mendirikan masjid. Alhamdullillah, akhirnya semua saudara merestui hingga terealisasi seperti sekarang ini,” jelas pengusaha kuliner Kota Bengawan itu.

Untuk memakmurkan masjid, lanjut Puspo, butuh bantuan tetangga sekitar untuk membuat program kegiatan masjid hingga memberdayakan masyarakat sekitar.

Mulai kegiatan kajian rutin, Taman Pendidikan Al-Qur’an, sedekah warga hingga menyantuni janda, warga miskin dan anak yatim.

Tak sampai disitu, ada juga program pemberdayaan masyarakat dengan memberikan modal usaha bagi para jamaah masjid Al-Hijrah yang memiliki ide untuk membuka usaha. Tak jarang, Puspo juga memotivasi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha seperti dirinya.

“Banyak sekali programnya, mulai kajian Al-Qur’an, pemberian santunan hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Termasuk, untuk memakmurkan masjid dengan memberikan support hadiah sepeda motor bagi mereka yang aktif beribadah di masjdi,” kata Puspo saat berbincang santai melalui via zoom WA, Minggu (9/5/2021). (Sri Hartanto)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan