Masa Pandemi, Perahu Penyeberangan Eromoko-Baturetno Tidak Beroperasi

0
perahu-waduk-gajah-mungkur
PERAHU PENYEBERANGAN : Beberapa pengunjung melihat perahu penyeberangan Eromoko-Baturetno yang ditambatkan di dermaga Desa Glesungrejo, Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri, beberapa waktu lalu. (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Perahu penyeberangan Eromoko-Baturetno tahun ini kembali tidak bisa beroperasi. Perahu yang melintasi perairan Waduk Gajahmungkur, Kabupaten Wonogiri tersebut tidak dioperasikan karena masih dalam masa pandemi virus corona (Covid-19).

Kepala Desa Glesungrejo, Andi Wirawan mengatakan, perahu yang melayani jalur dari Desa Tegalharjo (Kecamatan Eromoko) ke Desa Glesungrejo (Kecamatan Baturetno) itu tahun lalu juga tidak dioperasikan karena alasan serupa.

“Perahu tidak dioperasikan karena pandemi,” katanya, baru-baru ini.

Dia menerangkan, sebagian besar pelanggan adalah masyarakat yang ingin berwisata, takziah, atau menghadiri hajatan di antara kedua kecamatan tersebut. Namun karena pandemi Covid-19, tidak ada hajatan dan wisata sehingga pengguna perahu penyeberangan juga menurun.

Perahu tersebut juga pernah tidak beroperasi, tahun 2017-2018 lalu. Namun, saat itu perahu tidak dioperasikan karena rusak dan sedimentasi yang terlalu tinggi, sehingga perahu kandas. “Kalau tahun ini bukan karena sedimentasi, tapi karena pandemi,” imbuhnya.

Perlu diketahui, perahu yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Glesungrejo tersebut beroperasi setiap musim hujan tiba, atau ketika permukaan Waduk Gajahmungkur meninggi. Pengunjung cukup menempuh perjalanan selama 15 menit berperahu. Hal itu mampu mempersingkat waktu tempuh bila dibandingkan harus melalui perjalanan darat, memutar lewat Kecamatan Baturetno, Giriwoyo, Pracimantoro dan Eromoko.

Adapun harga tiket ditetapkan sebesar Rp 5.000 untuk seorang pengendara beserta satu unit sepeda motor yang dikendarainya. “Kalau boncengan, tarifnya ditambahi Rp 2.000 per orang,” imbuhnya.

Namun ketika kemarau tiba, perahu tidak bisa beroperasi karena dasar waduk di sepanjang jalur Baturetno-Eromoko itu mengering. Perahu sempat berhenti beroperasi selama dua tahun 2017-2018 lalu karena rusak dan pendangkalan waduk. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan