Perahu Terbalik di WKO, Sembilan Orang Tewas

0
perahu-terbalik-kemusu
JENAZAH: Petugas RS Waras- Wiris mengangkat salah satu jenazah korban perahu tenggelam WKO untuk dibawa ke rumah duka. (suaramerdekasolo.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Kecelakaan air tragis terjadi di Waduk Kedungombo (WKO), tepatnya di warung apung Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Sabtu (15/5) pukul 12.45. Sebuah perahu terbalik hingga 9 wisatawan meninggal dunia.
Hingga berita ini ditulis, sebanyak 6 korban berhasil ditemukan Tim SAR gabungan di dasar waduk berkedalaman antara 20 meter – 30 meter. Enam jenazah ditemukan pada Sabtu petang dan satu lagi diketemukan pada Minggu (16/5) pagi.
Keenam jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Tiga diantaranya adalah ibu dan dua anaknya. Yaitu, Tri Iriana Wahyu Ningtyas (27) bersama dua anaknya, Zamzam Tabah Oktaviana (7) dan Acek Jalil Rasid (4) asal Dukuh Karangmalang Rt 09 Rt 03, Desa Pilangrejo, Kecamatan Juwangi.
Kemudian Tituk Mulyani (38) asal Dukuh Krasak, Desa Mojoagung Rt 04 Rw 08, Kecamatan Karangrayung, Grobogan serta Naswa Cayla Welda (6) asal Dukuh Larangan Rt 04 Rw 03, Desa Ketro, Kecamatan Karangrayung serta Siti Mukaromah, warga Ketro, Kecamatan Karangrayung.
“Kemudian Tim SAR gabungan kembali menemukan satu jenazah pada Minggu pagi. Yaitu, Desti asal Dukuh Karangmanis, Desa/Kecamatan Juwangi. Namun untuk kepastiannya masih diidentifikasi di RS Waras- Wiris, Kecamatan Andong,” ujar Kapolres Boyolali, AKBP Morry Ermond di lokasi kejadian.
Dengan demikian, Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencairan dua korban lainnya. Yaitu, Jalal anak dari Tri Iriana Wahyu Ningtyas dan Niken Safitri. Tim SAR juga menurunkan sejumlah penyelam untuk mencari korban di dasar waduk
Namun demikian, Kapolres mengakui adanya kesulitan pencarian para korban. Pasalnya, kondisi perairan di dasar waduk sangat gelap. Bahkan, jarak pandang nol meter sehingga penyelam tidak bisa berlama- lama di dasar waduk.
“Jadi harus sering dilakukan pergantian penyelam.”
Kapolres mengungkapkan, kecelakaan bermula saat perahu yang dikemudikan GA (13) mengangkut 20 wisatawan menuju warung apung. Sesaat akan mendekati lokasi, sejumlah penumpang berebut ke bagian depan perahu untuk swafoto.
“Akibatnya, air masuk ke dalam perahu hingga perahu terbalik dan tenggelam.”
Meskipun pihaknya masih fokus pada pencarian korban, namun tim penyidik sudah memeriksa tiga orang saksi. Salah satunya adalah GA yang mengemudikan perahu. GA yang masih dibawah umur diperiksa Tim PPA POlres Boyolali.
“Sebenarnya, kapasitas angkut perahu itu hanya 14 orang ditambah nahkoda atau pengemudi. Selain itu, perahu juga tidak dilengkapi alat keselamatan diri.”
Sementara itu, penyerahan enam jenazah dilakukan resmi di RS Waras- Wiris oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, Bambang Sinungharjo. Sedangkan pihak keluarga korban diwakili oleh Priyatmoko, Kadus 1 Desa Pilangrejo, Juwangi. Kemudian enam jenazah dibawa dengan enam ambulan menuju rumah duka masing- masing.
“Kami serahkan jenazah ini kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di daerah asal,” kata Bambang. .
Terkait penutupan tempat wisata di TKP, hal itu semata untuk memdahkan upaya pencarian korban. “Kalau tetap dibuka jelas akan mengganggu proses pencarian korban. Perarian juga semakin keruh sehingga semakin mempersulit pencarian korban.”
Untuk proses identifikasi korban, pihaknya menyediakan dua posko ante mortem di TKP dan RS Waras Wiris di Kecamatan Andong.
“Posko dari Dokkes Polda Jateng ini untuk memudahkan penerimaan pengaduan keluarga korban serta proses indentifikasi korban.” (G10)

Tinggalkan Pesan