Sipir Rutan Solo Gagalkan Penyelundupan Barang Terlarang

0
rutan-surakarta
DIAMANKAN- Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Kelas I Surakarta, Bachtiar Oktaffiandi mengamankan ponsel, charger, baterai, handseet, kartu perdana yang diselundupkan ke dalam rutan pada Sabtu (15/5/2021) pagi hari. (suaramerdekasolo.com/Sri Hartanto)

SOLO, suaramerdekasolo.com– Sipir Rutan Kelas I Surakarta yang berjaga di Pos Menara dapat menggagalkan penyelundupan barang terlarang jenis handphone.

Peristiwa tersebut terjadi Sabtu (15/5) pagi sekitar pukul 03.00 disaat pengendara motor melempar ponsel beserta charger, baterai, kartu perdana dan handseet yang terbungkus di kotak box ke dalam rutan, tepatnya jatuh di areal steril belakang tembok sel tahanan narkoba.

Aksi lempar ponsel dalam kardus boks tersebut diketahui sipir yang berjaga di Pos Jaga Menara di sebelah barat.

Kepala Rutan Kelas I Surakarta, Urip Dharma Yoga mengemukakan, kejadian tersebut telah dilaporkan kepada Kakanwil Kemenkumham Jateng melalui Kepala Divisi Pemasyarakatan.

Dijelaskan Karutan, untuk mengantisipasi upaya penyelundupan dari luar ke dalam rutan, telah dilakukan upaya maksimal dalam meningkatkan kewaspadaan.

Adapun Kepala Pengamanan Rutan (KPR), Bachtiar Oktaffiandi, mengatakan kotak boks warna cokelat yang berisi ponsel lengkap dengan charger maupun kartu perdana diduga dilempar dari luar sisi barat.

“Kami masih berusaha mencari tahu, siapa warga binaan yang memesan barang terlarang masuk dalam rutan tersebut,” tegasnya.

Adanya penyelundupan ponsel ke dalam rutan itu, lanjut KPR, pengawasan celah antara tembok rutan dengan tembok hunian semakin ditingkatkan. Setiap malam petugas memeriksa areal steril itu. Sebab melalui celah tersebut pihak luar lebih mudah mengirim barang terlarang karena pemeriksaan barang melalui pintu berlapis Rutan sangat ketat.

“Celah penyelundupan barang terlarang sudah sangat sulit sehingga mencari jalan lain, yakni melempar barang dari jalan disamping tembok rutan sisi barat yang masuk di sel tahanan blok barat yang dihuni para narapidana narkoba,” paparnya.

Adapun tentang penyelundupan barang terlarang yang diduga jenis sabu-sabu (SS) terjadi di tahun 2020. Ketika itu, petugas rutan juga menggagalkan pengiriman sebuah bungkusan berisi nasi yang didalamnya berisi dua paket SS. (Sri Hartanto)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan