8 Kg Paku, 173 Rontek Terkumpul Hasil Aksi Peduli Lingkungan DiFo dan Elemen

0
cabut-paku-pohon

SOLO,- Sebanyak 8 kg paku dan 173 rontek berhasil dikumpulkan dalam kegiatan cabut paku pohon dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang digelar Diwa Foundation (DiFo).

Sebagai koordinator bersama dengan Solo Slank, Tim Gorong-Gorong, Patriot Garuda Nusantara (PGN) dan relawan lainnya, didampingi oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta Yayasan DiFo mengadakan aksi kolaboratif cabut paku di pohon di 7 ruas jalan.

“Aksi Cabut Paku di Pohon ini dilakukan di ruas jalan kyai Mojo sepanjang 800 meter, Jl. Sampangan, Semanggi sepanjang 800 meter , Taman Jaya Wijaya, Mojosongo sekitar 500 meter, Banyuanyar dan di sekitar Manahan, ” terang Ketum DiFo Harry BM, Senin (7/6/2021).

Sebanyak 8 kg paku dan 173 rontek yang berhasil dikumpulkan kemudian diserahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup.

Dalam menyisir paku dan spanduk/rontek di pohon, para pegiat dan pecinta lingkungan hidup melakukan persuasi kepada pedagang atau pemilik warung yang kedapatan menempelkan spanduk atau rontek di pohon dekat warungnya. Sebagian spanduk diserahkan kembali kepada para pedagang.

Dalam mencabut paku dan rontek di pohon, tim DiFo berbekal peralatan yang sederhana seperti tang, catut, linggis catut dan linggis pengungkit.

“Aksi tersebut dilakukan sejak 09.00 sampai 15.00 WIB. Masyarakat setempat dan pengguna jalan yang kebetulan lewat, banyak yang memberikan apresiasi kepada tim lapangannnya yang jumlahnya sekitar 57 orang,” imbuh Harry.

Dinas Lingkungan Hidup, yang diwakili oleh Kabid Lingkungan Hidup, Bani mengapresiasi semangat dan kepedulian tim DiFo terhadap pohon pada khususnya dan lingkungan hidup pada umumnya. Ia menyampaikan ke depan ingin berkolaborasi dengan tim DiFo di berbagai event terkait lingkungan hidup.

Dalam aksi itu afa fakta menarik yang ditemukan di lapangan khususnya di sekitar Banyuanyar. Tim DiFo menemukan KTP Pohon yang justru dipasang dengan cara dipaku di badan pohon. Bani memberikan klarifikasinya bahwa masih ada sebagian petugas yang kurang menyadari efek buruk dari tindakan memaku pohon. Dia menyampaikan akan memberikan edukasi perihal itu kepada jajarannya.

Koordinator Lapangan Aksi selaku Ketua Bidang Lingkungan Hidup dari Difo, Andre mengungkapkan bahwa kegiatan ini tidak hanya berhenti sampai di sini melainkan akan terus berlanjut dengan makin banyak melibatkan komunitas-komunitas serta dengan membuat event-event lingkungan hidup lainnya.

Pembina DiFo, Diah Warih Anjari menegaskan pentingnya melindungi dan merawat lingkungan hidup di sekitar kita sebab dengan merawat lingkungan hidup berarti juga meningkatkan kualitas hidup kita.

“Lingkungan hidup yang tidak terawat dan terlindungi juga akan berdampak pada makin menurunnya kualitas hidup kita,” tegasnya

Secara keseluruhan, aksi Cabut Paku di Pohon berlangsung dengan lancar dan sukses. Semua Tim dapat bekerjasama dengan baik serta saling mendukung. Secara Khusus Tim DiFo mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada relawan dan juga Tim dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta yang telah bersedia mendampingi sekaligus melakukan pencabutan paku di pohon secara bersama-sama. (rls)

Tinggalkan Pesan