suaramerdekasolo.com – Sebanyak 69 pengemudi terdeteksi mengalami hipertensi dalam rangkaian tes kesehatan dan rampcheck kendaraan angkutan umum di Terminal Ir Soekarno Klaten pada Jumat (21/3/2025).
Pemeriksaan yang dilakukan melalui kolaborasi antara Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, pengelola Terminal Ir Soekarno, dan pihak kepolisian setempat ini mencakup pengukuran tekanan darah, pemeriksaan pendengaran, penglihatan, kadar gula darah, dan pemeriksaan kadar amphetamin.
Kepala Dinas Kesehatan Klaten, Anggit Budiarto, menyebutkan bahwa tes ini difokuskan pada sopir dan awak bus AKAP (antar kota antar provinsi) yang beroperasi di wilayah Klaten.
Pemeriksaan kesehatan ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna angkutan umum, terutama menjelang musim mudik Lebaran 2025.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan ada 69 pengemudi yang mengalami hipertensi, dengan rincian 41 orang memiliki hipertensi ringan, 18 orang kategori sedang, dan 10 orang dengan hipertensi berat,” ungkap Koordinator Tim Dinas Kesehatan Klaten, Inayati Hasanah Evita Dewi.
Selain itu, ada 11 pengemudi yang menunjukkan kadar gula darah cukup tinggi, namun tidak ditemukan kasus buta warna. Hasil tes urine terkait amphetamin juga menunjukkan hasil negatif.
Bagi mereka yang memiliki hipertensi berat, diberikan obat dan diminta untuk beristirahat. Jika tekanan darahnya turun, mereka dapat melanjutkan perjalanan. Namun, jika tidak ada perubahan, kemudi diserahkan kepada sopir pengganti.
“Ingat, tekanan darah tinggi dapat berisiko fatal, seperti stroke, dan sopir memerlukan konsentrasi penuh dalam mengemudi yang bisa memicu masalah jantung. Bila hipertensi tidak segera ditangani, bisa memicu pembuluh darah pecah,” tambah Inayati.
Selain masalah pada kesehatan pengemudi, petugas juga menemukan satu kendaraan yang mengalami kerusakan pada sistem pengereman dan kopling.
Kepala Terminal Ir Soekarno Klaten, Marjono, menyatakan bahwa tes kesehatan dan rampcheck bertujuan untuk memastikan pengemudi dalam kondisi prima dan kendaraan dalam kondisi laik jalan, dengan surat-surat lengkap.
Saat rampcheck, ditemukan kendaraan yang memiliki masalah pada persneling dan sistem pengeremannya. Kendaraan tersebut terpaksa ditunda keberangkatannya hingga mekanik datang untuk memperbaikinya.
“Untung saja masalah terdeteksi di terminal. Jika di jalan, bisa berbahaya. Fungsi rem sangat vital. Setelah perbaikan, kendaraan tersebut akhirnya dipindahkan dan penumpang dipindahkan ke armada lain,” ujar Marjono.
Pengelola Terminal Ir Soekarno Klaten, Saryana, menambahkan bahwa sebanyak enam penumpang yang tujuannya ke Jakarta berada dalam kendaraan dengan masalah rem tersebut.
“Tes kesehatan dan rampcheck ini dilakukan agar perjalanan penumpang angkutan umum aman dan lancar. Hari ini, ada 50 bus yang kami periksa kelayakannya,” jelasnya.
Inayati Hasanah Evita Dewi menambahkan, setiap tahunnya, pemeriksaan kesehatan seperti ini dilakukan demi keselamatan para pemudik.
“Kerja sama Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, terminal, dan Polres untuk memeriksa 100 orang, termasuk 10 kru bus yang akan menjemput pemudik asal Klaten dari Jakarta,” ujarnya.
Rampcheck ini akan terus dilakukan setiap hari terhadap kendaraan angkutan umum yang berangkat dari Klaten untuk memastikan keselamatan pemudik.
suaramerdekasolo.com - Kecelakaan yang melibatkan KA Bathara Kresna kembali terjadi, kali ini di perlintasan tanpa…
suaramerdekasolo.com - Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran, masyarakat diimbau untuk lebih waspada…
suaramerdekasolo.com - Kapolres Boyolali, AKBP Rosyid Hartanto, melakukan pemantauan arus mudik di jalur tol pada…
suaramerdekasolo.com - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), bersama istrinya, Nawal Nur…
Solo, atau Surakarta, bukan hanya dikenal sebagai kota budaya dan sejarah, tetapi kini sedang mengalami…
suaramerdekasolo.com - Kapolres Sragen AKBP Sragen Petrus Parningotan Silalahi memimpin kegiatan pemeriksaan kendaraan di Terminal…