JLS Solusi Kurangi Kepadatan Solo Selatan

0
83
jls-solo-selatan

SOLO,suaramerdekasolo.com – Empat lokasi padat lalu lintas di jalan utama Solo sisi selatan tercatat di simpang empat Baturono, Gading, Gemblegan, dan Tipes. Perempatan yang dilintasi jalan utama Veteran menjadi salah satu momok bagi masyarakat Solo khususnya yang tinggal di Kecamatan Pasarkliwon, Serengan dan Laweyan.

Pasalnya, tiga simpang empat besar itu sama-sama menjadi pintu keluar masuk kendaraan dari Solo ke Sukoharjo, Wonogiri, dan Karanganyar sehingga pada jam sibuk selalu saja terjadi kepadatan penduduk.

Dari pengamatan Suara Merdeka, arus kendaraan yang melintas di simpang empat ini memiliki tujuan yang bervariasi. Ada kendaraan dari arah Karanganyar/Sukoharjo timur-via Pasarkliwon atau menuju Semarang-Yogyakarta termasuk tol. Dari arah Wonogiri-Sukoharjo Kota menuju Solo atau melintasi Kota Bengawan menuju arah Semarang, Sragen-Surabaya, atau jalan tol.
Kendaraan dari wilayah tetangga ini sering bertemu di tiga persimpangan ini.

Anggota Komisi I DPRD Surakarta Abdullah AA mengungkapkan, seiring berjalannya waktu, jalur utama di Solo selatan ini sudah tidak bisa lagi menampung volume kendaraan dari tiga kabupaten dan satu kota.
Menurutnya perlu langkah strategis untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di sepanjang Jalan Veteran ini.

“Salah satunya adalah pemerintah pusat, provinsi dan empat kabupaten/kota ini memikirkan akses/jalur baru untuk pengalihan volume kendaraan ini dengan membangun jalut lingkar selatan (JLS),” katanya saat ditemui di gedung DPRD Karangsem kemarin.

Pria yang tinggal di Jl Cempaka 9 No 1 ART 8 /RW XIX Semanggi, Pasarkliwon ini yakin pembangunan JLS ini memberikan solusi jangka menengah dan panjang guna mengurangi kepadatan lalin di simpang empat Baturono, Gading, dan Gemblegan.
JLS ini juga akan mempermudah bagi warga Karanganyar, Sukoharjo, Wonogiri yang hendak menuju Yogyakarta, Semarang atau jalan tol.

Intervensi

Tokoh masyarakat Pasarkliwon sekaligus petinggi partai Hanura Kota Surakarta ini meyakini JLS ini juga menjadi akses pembuka perekonomian masyarakat yang dilintasi. Sebab katanya, jalur baru yang dibuka dan diakses banyak
akan memberikan kontribusi kepada masyarakat.
“Sejak dulu sudah saya usulkan hingga ke teman kami Pak Joko Widodo (Presiden Joko Widodo-red), namun sayangnya sampai sekarang belum terealisasikan,” keluhnya.
Ia berharap, jika mantan Wali Kota Surakarta ini memimpin Indonesia di periode kedua, pembangunan JLS ini bisa direalisasikan sehingga harapan masyarakat Solo selatan dibebaskan dari kepada bukan sekadar mimpi lagi.

Pada bagian lain Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta Ari Wibowo mengungkapkan, volume kendaraan yang berasal dari kawasan selatan terbilang tinggi. Oleh karenanya, pemantauan kepadatan lalu lintas terus diamati dari CC Room Dishub.
“Kami selalu pantau titik-titik yang rawan padat dan macet lalin. Kami selalu mengintervensinya lewat CC Room atau penempatan petugas di lapangan baik dari Dishub maupun kepolisian,” imbuhnya. (Budi Santoso)

Halaman: 1 | 2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here