Iran Berkabung, Serangan Israel Tewaskan Puluhan Perempuan dan Anak
SUARAMERDEKASOLO.COM – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas. Pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa dalam beberapa hari terakhir, sedikitnya 45 perempuan dan anak-anak menjadi korban jiwa akibat serangan brutal Israel. Tak hanya itu, sekitar 75 orang lainnya mengalami luka-luka dalam insiden yang disebut sebagai agresi terang-terangan terhadap rakyat sipil.
Fatemeh Mohajerani, Juru Bicara Pemerintah Iran, menyampaikan data memilukan ini lewat siaran televisi nasional pada Senin lalu. Ia menegaskan bahwa tindakan militer rezim Zionis yang mengklaim menyasar target militer ternyata justru menghantam warga tak bersalah.
Rumah Sakit Jadi Target, Dunia Terkesiap
Salah satu titik serangan rudal yang paling mengejutkan adalah Rumah Sakit Farabi di Kermanshah, wilayah barat Iran. Serangan terhadap fasilitas kesehatan ini disebut Mohajerani sebagai bukti nyata kebiadaban militer Israel, bahkan menyebutnya sebagai tindakan “rezim pembunuh bayi”.
Tak tinggal diam, Iran memperkuat soliditas nasional. “Seluruh rakyat Iran, bahkan mereka yang mungkin kecewa atau punya keluhan terhadap pemerintah, kini bersatu demi negeri. Tak ada yang memikirkan kepentingan pribadi,” tegas Mohajerani.
Lebih lanjut, ia meminta masyarakat agar tidak panik dengan pesan singkat hoaks soal evakuasi kota. “Itu bagian dari perang psikologis musuh,” ucapnya. Ia juga menambahkan bahwa bank dan institusi keuangan tetap beroperasi normal, sementara pasar saham dan modal ditutup sementara demi menjaga stabilitas ekonomi rakyat.
Stasiun Bawah Tanah Disiapkan Jadi Tempat Aman
Langkah antisipatif dilakukan Iran dengan membuka beberapa stasiun kereta bawah tanah sebagai tempat penampungan darurat. Sebagian di antaranya sudah mulai aktif tadi malam, sementara sisanya menyusul hari ini setelah proses pengecekan keamanan selesai dilakukan. Polisi dan aparat juga turut mengatur lalu lintas untuk memperlancar evakuasi penduduk ke lokasi aman.
Dikecam Dunia, Serangan Israel Dinilai Kejahatan Perang
Serangan ke rumah sakit memicu kecaman keras. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan bahwa serangan tersebut melanggar hukum internasional dan jelas merupakan kejahatan perang.
“Menyerang wilayah sipil dan rumah sakit atas perintah langsung Menteri Pertahanan mereka adalah pelanggaran besar. Sejarah akan mencatat, dan rasa malu abadi menanti semua pihak yang membela tindakan biadab ini,” tulis Baghaei di akun media sosial X (dulu Twitter), Selasa, 17 Juni 2025.
Iran Balas Serangan: “Janji Sejati III” Diluncurkan
Tanggapan Iran pun tak main-main. Mengacu pada Pasal 51 Piagam PBB yang mengatur hak membela diri, Negeri Para Mullah melancarkan serangan balasan lewat rudal dan drone ke wilayah Israel. Operasi tersebut diberi sandi “Janji Sejati III”, sebagai penegasan bahwa setiap pelanggaran akan dibayar lunas.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, juga buka suara. Ia mengecam tindakan Israel sebagai “kesalahan besar” yang akan membawa konsekuensi serius. “Angkatan Bersenjata kami akan bertindak tegas dan menjatuhkan hukuman berat kepada rezim kriminal ini,” tandasnya.
