Tim SAR Gunakan Drone Thermal Cari Korban Runtuhan Ponpes Al-Khoziny

Sidoarjo,Suaramerdekasolo.com – Upaya pencarian korban ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo, terus dilakukan. Tim SAR gabungan mengerahkan berbagai peralatan modern, termasuk drone thermal, untuk mendeteksi santri yang masih terjebak di bawah reruntuhan.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengatakan teknologi tersebut sangat membantu dalam proses evakuasi. “Kami memanfaatkan teknologi untuk mencari keberadaan korban, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Salah satunya dengan drone thermal,” ujarnya di posko asrama putri Ponpes Al-Khoziny, Rabu (1/10/2025).

Cara Kerja Drone Thermal

Syafii menjelaskan drone thermal bekerja dengan mendeteksi suhu tubuh manusia. Dengan teknologi ini, petugas bisa mengidentifikasi titik panas yang menunjukkan keberadaan korban di balik tumpukan beton dan besi. “Sistem alat ini berbasis pada suhu tubuh manusia yang beraktivitas. Itu membantu kami mengarahkan pencarian dengan lebih presisi,” terangnya.

Namun, ia menegaskan area pencarian harus steril agar alat bisa berfungsi optimal. Kehadiran banyak orang di sekitar lokasi berpotensi mengganggu akurasi deteksi. “Kalau di situ banyak orang, alat tidak akan bekerja dengan baik. Karena itu kami minta semua personel keluar ketika alat dijalankan. Bukan karena kami tidak ingin media melihat langsung, tapi semata agar operasi berjalan efektif,” jelasnya.

Informasi Disampaikan Berkala

Basarnas memastikan keterbukaan informasi tetap menjadi prioritas. Syafii menegaskan pihaknya rutin menyampaikan perkembangan evakuasi melalui konferensi pers maupun laporan dari SMC (SAR Mission Coordinator) di lokasi. “Kami bekerja profesional. Semua tindakan akan kami declare. Setiap dua hari, tim SMC akan menyampaikan update kepada media dan masyarakat,” ucapnya.

Data Korban Sementara

Hingga Rabu (1/10), tercatat tiga santri meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan. Sebanyak 140 orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, sementara tujuh lainnya masih belum ditemukan dan diduga masih terjebak di dalam bangunan yang roboh.

(ay)