suaramerdekasolo.com – Muspika Poncokusumo, bersama warga setempat, mengadakan kerja bakti membersihkan puing-puing reruntuhan bangunan rumah Sugiati (43) yang sebelumnya dirobohkan oleh putranya. Dalam kerja bakti yang dimulai pada pagi hari, mereka bekerja bahu-membahu menggunakan cangkul dan karung bekas Muspika untuk membersihkan reruntuhan bangunan yang telah hancur.
Proses kerja bakti berlangsung selama hampir 3,5 jam, dimana mereka menyisir setiap sudut bangunan yang hampir rata dengan tanah di Dusun Gadungan, Desa Karanganyar, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Kapolsek Poncokusumo, AKP Subijanto, menjelaskan bahwa kerja bakti tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada Sugiati dalam membersihkan reruntuhan bangunan.
Subijanto menegaskan bahwa tindakan putra Sugiati, Khairul Ramadani (23), merobohkan bangunan menggunakan alat berat sebelumnya telah melalui kesepakatan antara kedua belah pihak. Setelah proses pembersihan selesai, Sugiati berencana untuk membangun kembali bangunan di atas tanah tersebut. Kejadian ini awalnya bermula dari konflik keluarga terkait pembagian warisan yang berujung pada aksi merobohkan rumah yang ditempati oleh Sugiati di Dusun Gadungan, Desa Karanganyar, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.