Ketahuan Minta “Uang Damai” Rp100 Ribu, Polisi Medan Kini Masuk Sel Khusus!
Dapurpacu.com – Dunia maya lagi-lagi dihebohkan dengan ulah oknum aparat. Kali ini datang dari Medan, di mana seorang anggota polisi lalu lintas terekam kamera diduga melakukan pungli terhadap pengendara motor. Jumlahnya? Rp100 ribu! Cuma segitu, tapi efeknya viral dan bikin gerah!
Oknum yang jadi sorotan adalah Aiptu Rudi Hartono (RH), anggota Satlantas Polrestabes Medan. Aksinya tertangkap kamera saat polisi meminta uang dari seorang pengendara wanita yang ditilang karena melawan arus. Videonya pun langsung meledak di media sosial.
Ketahuan, Langsung Disanksi
Tak butuh waktu lama, pimpinan Polrestabes Medan langsung ambil langkah tegas. Kapolrestabes Medan Kombes Gidion Arif Setyawan memastikan Aiptu RH sudah diproses dan kini ditempatkan di sel khusus (Patsus) selama 30 hari.
“Saya tindak tegas! Dia bisa kena demosi juga,” tegas Gidion, Jumat (27/6), mengutip dari detikcom.
Tes Urine? Hasilnya Bersih
Meskipun viral karena pungli, Aiptu RH sempat menjalani tes urine untuk memastikan apakah ada keterlibatan narkoba. Hasilnya? Negatif. Jadi kasus ini murni masalah etik dan penyalahgunaan wewenang, bukan pengaruh obat-obatan.
Permintaan Maaf Terbuka
Gidion juga menyampaikan permintaan maaf langsung kepada warga Medan, terutama kepada korban perempuan yang jadi sasaran pungli tersebut.
“Atas nama institusi, saya mohon maaf sebesar-besarnya. Khususnya kepada ibu yang jadi korban,” ucapnya.
Kronologi Kejadian: Saat Tilang Jadi Transaksi
Dalam video yang beredar, terlihat jelas seorang polisi menghentikan perempuan pengendara motor di kawasan Jalan Palang Merah, Medan. Perempuan itu sempat menelepon seseorang, lalu akhirnya membuka dompet dan menyerahkan selembar uang Rp100 ribu kepada polisi.
Usai menerima uang, polisi itu pergi begitu saja tanpa memberikan surat tilang. Aksi ini dinilai sebagai pelanggaran terhadap prosedur hukum dan memalukan institusi.
Kasatlantas: Ada Pelanggaran Etik
Kasat Lantas Polrestabes Medan AKBP I Made Parwita membenarkan kejadian tersebut. Dia menyebutkan si pengendara memang melakukan pelanggaran karena melawan arah, tapi prosedur penindakannya tidak profesional.
“Anggota kami tidak menegakkan hukum dengan benar. Ada indikasi menerima uang Rp100 ribu. Ini tidak bisa dibiarkan,” ujar Made.
Catatan Buat Kita Semua
Peristiwa ini jadi pengingat bahwa profesi apapun—termasuk polisi—harus dijalankan dengan tanggung jawab dan integritas. Di sisi lain, sebagai pengguna jalan, kita juga harus taat aturan. Jangan melawan arus, jangan nyogok. Kalau salah, ya hadapi sesuai prosedur. Karena keselamatan di jalan bukan cuma urusan kendaraan, tapi juga etika dan kedisiplinan semua pihak.
