Pamerkan Produk Inovasi, Fakultas Biologi UKSW Ramaikan CFD Solo

SOLO,suaramerdekasolo.com – Fakultas Biologi UKSW dalam beberapa pekan ini ikut serta meramaikan pelaksanaan car free day (CFD) di Jalan Slamet Riyadi Solo. Selain mempromosikan dan mengenalkan berbagai program pendidikan yang dilaksanakan, Fakultas Biologi UKSW juga memamerkan berbagai produk inovasi karya dosen dan mahasiswanya.

Produk inovasi yang dipamerkan pada CFD, Minggu lalu, di antaranya merupakan karya Dekan Fakultas Biologi UKSW, Dra Lusiawati Dewi MSc. Produk inovasi itu berbahan baku tempe. Lusiawati Dewi juga merupakan ketua Pusat Studi Tempe UKSW Salatiga.

”Kami ingin mengenalkan kepada masyarakat bahwa Fakultas Biologi UKSW tidak mumpuni di bidang pendidikan, tetapi juga mengajak mahasiswa dan dosen untuk berinovasi apa saja,” kata Lusiawati Dewi.

Dosen yang akrab disapa Bu Lusi itu mengungkapkan, antusiasme warga Kota Solo yang mencicipi berbagai produk makanan dari tempe seperti bolu tempe, bakpao tempe, stik tempe, macaroni schotel tempe, susu tempe, sosis dan bakso tempe, serta lainnya.

”Setiap minggu kami akan hadir dengan produk karya dosen dan mahasiswa lainnya,” papar peraih berbagai penghargaan inovasi tingkat Jateng dan Nasional tersebut.

Lusi juga memaparkan Program Bio Entrepreneur, yang fokus pada aplikasi ilmu biologi ke dalam dunia usaha. Lulusan Fakultas Biologi diharapkan bisa menjadi pengusaha mandiri, memanfaatkan karya dan pengetahuan di bidang biologi.

Lusi mencontohkan produk-produk karya mahasiswa dan dosen, memanfaatkan produk jamur, jagung, dan bahan pertanian lainnya.

Selain itu, lulusan pendidikan biologi Fakultas Biologi, dapat membuat media pembelajaran yang membantu siswa memudahkan pemahaman mata pelajaran biologi di sekolah. Media pembelajaran itu dibuat dari bahan di lingkungan sekitar, dengan biaya murah.

”Mau kerja mandiri, sudah pasti lulusan Fakultas Biologi UKSW Salatiga siap atas tantangan itu. Tidak harus bekerja ke industri, tetapi bekerja mandiri ciptakan lapangan pekerjaan bagi sesama,” kata Lusi. (Surya Yuli)

Editor : Budi Sarmun